Senin, 18 November 2013

sepi

jam sudah menunjukan pukul 23.31 tubuh ini juga rasanya sudah lelah dan letih tapi mata ini masih saja tidak mau berkompromi untuk terpejam walaupun untuk sesaat. ada sesuatu yang membuatku gelisah entah apa, aku sendiri tidak tau. rasanya ada yang hilang, dan itu sungguh membuatku tidak tenang. gelisah dan tidak karuan, merasa berantakan.
sebenarnya bukan kali ini saja aku seperti ini tapi sudah hampir setiap hari, dan semakin hari jam tidurku semakin berkurang. aku pikir aku terkena insomnia tapi ternyata bukan, karena aku merasa mataku lelah dan mengantuk hanya saja pikiranku tidak pernah berhenti untuk berpikir dan aku tidak tau apa yang sedang aku pikirkan saat ini.rasanya sangat menyakitkan hidup seperti ini. merasakan hal yang tidak sesuai tapi dirimu sendiri tidak pernah tau masalahnya apa. 
tidak tau pastinya mulai kapan aku menjadi seperti ini, aku seperti merasa bermimpi. karena ini adalah kehidupan yang aku inginkan dulu saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar. entah kenapa yang aku bayangkan dan pikirkan saat itu adalah kehidupan yang perih dan menyedihkan. tidak sedikitpun untuk mempikan kehidupan yang lebih baik seperti mimpi anak-anak seumurku saat itu. aku merasa sejak kecil aku selalu dipaksa untuk selalu berpikir dewasa. sehingga apa yang tema-temanku pikirkan tidak sama dengan apa yang aku pikirkan saat itu.
aku sangat pendiam dan pemalu, menurutkan hidupku saat itu terlalu banyak aturan, sehingga aku jadi kuper dan tidak gaul. aku juga bukan tipe orang yang terbuka karena aku selalu menutupi masalahku sendiri, entah kenapa di usiaku saat itu aku sudah mampu berpikir bijaksana untuk tidak membebani orang lain dengan masalahku. tapi mungkin karena itu akhirnya tercipta jarak antara aku dan ibuku. aku selalu merasa canggung dan ketakutan bila melihat wajah ibu saat itu. pembawaan ibu sangat tenang tapi dibalik itu semua ibu adalah sosok wanita yang tegas dan perfecionis, membuat aku merasa takut jika aku ingin meminta sesuatu ataupun sekedar bercerita tentang kehidupanku di sekolah hari itu. bagiku di depan dia diam adalah posisi paling aman sebelum aku dipukul jika aku salah berbicara saat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar